“Kakek, aku akan berusaha jadi cucu yang terbaik. Apapun yang terjadi.”, kata anak perempuan berambut ikal itu di hadapan nisan kakeknya. Lalu ia sejenak terdiam menutupkan mata. Rupanya ia tengah memanjatkan doa-doa untuk sang kakek yang
Sabtu, 27 Agustus 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
Passive Aggressive
Ada yang sering bilang anak nurut itu anak baik. Anak patuh itu anak sholeh. Betulkah? Anak sholeh karena otoritas kita? Anak baik karena hukuman keras kita. Lalu mengapa anak nurut tapi tindakannya sangat lambat, pekerjaannnya tidak becus atau tidak selesai. Hal itu termasuk cirri-ciri kepribadian ambivalen aktif, dimana anak tidak suka diperintah namun tak bias menolak. Akhirnya anak memprotes dengan perilaku pasif agresif, dimana anak menuruti semua perintah orang tua namun lambat misalnya. Hal itu sebagai bentuk perlawanan, biasanya kasus seperti ini terjadi pada anak dengan pola asuh otoriter, ada kekerasan fisik maupun verbal, serta tidak diberi otoritas untuk dirinya sendiri. Sehingga anak seperti dalam belenggu penjara, atau anak merasa seperti mau meledak. Banyak sekali orangtua yang tidak faham akan hal ini. Banyak orangtua menganggap diri telah berhasil karena melihat anak yang nurut-nurut saja. Bukankah semua hal yang terlalu itu adalah masalah? Terlalu nurut tanpa syarat itu mungkin bias diduga pasif agresif.
Lalu apa bedanya anak pasif agresif dengan anak conforming? Anak pasif agresif akan jauh berbeda perilakunya ketika figure otoritas tidak ada bersamanya. Ia menjadi lebih merasa bebas, bertindak sesuai kehendaknya, serta melampiaskan apa yang selama ini dikekang oleh kedua orangtuanya. Namun anak conforming cenderung pasif. Ia bingung harus melakukan apa sehingga dimanapun ia akan menjadi anak yang menyesuaikan diri dengan kelompoknya. Namun hasilnya, ia menjadi tidak memiliki prinsip dan selalu bingung, kadang ia ingin mandiri kadang juga ingin tergantung pada orang lain. Lalu mengapa kedua anak ambivalen ini bias terbentuk, baik aktif maupun pasif. Kemungkinan karena orangtua yang membingungkan, confusing. Hari ini mama bilang boleh, besok mama bilang ga boleh dalam perkara yangsama, misalnya. Lalu anak tak pernah diberikan alas an mengapa mereka diperintah sesuatu atau dilarang sesuatu, atau mengapa mereka dihukum atau diberi hadiah, semua abstrak tanpa penjelasan. Sehingga anak kebingungan dengan perilaku apa yang harus dia pilih kemudian. Baik anak pasif agresif maupun anak conforming terbentuk dari orangtua yang membingungkan atau figure oerangtua lain yang confusing.
Pasif agresif memang biasanya tidak berbahaya sama sekali, hanya saja sangat mengesalkan. Selalu salah, tempo bekerja lambat, pekerjaan tidak selesai-selesai. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi anak seperti ini?
1. Turunkan keegoisan kita karena merasa sebagai orangtua yang memiliki otoritas tanpa batas. Ingat anak itu milik Allah swt, yang dititipkan pada kita
2. Dengarkan apa keinginannya, cita-citanya, harapannya, ambisinya serta impian-impiannya. Jangang pernah menyela atau memotong apalagi mengatakan buruk apa yang ia inginkan. Biarkan ia ungkapkan dulu. Bila memang buruk, kita beri ia pandangan dan pertanyaan, mana yang lebih baik? Apakah ada manfaatnya? Atau bisakah dia deskripsikan maksudnya. Karena jangan –jangan kita yang salah persepsi karena awalnya selalu merasa kita yang paling benar.
3. Beri mereka kepercayaan untuk memilih, memutuskan, mengerjakan apa yang mereka ingin kerjakan. Jangan dikekang atau dimata-matai, cukup dipantau dengan laporan dari anak apa yang akan atau telah mereka kerjakan.
4. Ajarkan anak untuk mengerjakan pekerjaan yang kita ingin dia kerjakan dengan mencontohkan mereka d
Sabtu, 23 Juli 2011
Pernikahan
Pernikahan adalah sebuah jalan bukan sebuah tujuan. Jalan menuju surge yang dimulai oleh dua orang yang saling mencintai karena Allah. Pernikahan bukanlah permainan atau senda gurau. Tak bias seenak hati memulai dan mengkahirinya karena pernikahan adalah ikatan kuat. Mitsaqon Ghaliza. Adapun bercerai adalah hal yang sangat dibenci Allah. Bukan perkara simple memang saat sepasang suami istri menyeimbangkan perahu pernikahan mereka di tengah gelombang cobaan dan ujian, namun dengan kerjasama, saling menghormati dan menghargai, serta komunikasi yang efektif, hal tersebut menjadi mudah untuk dilewati. Banyak kapal yang akhirnya karam karena perahu oleng tak seimbang. Bias jadi hanya suaminya saja yang mengerti istrinya, sedangkan istrinya berbuat seenak hatinya. Atau sebaliknya, sang
Kamis, 21 Juli 2011
Hujan
Tabur air di titik rindu
Tebar tawa simpangan rasa
Bilakah tuan mengembun
Pada jendela air mengalir
Pinus tertawa, Kaktus menangis
Dalam syair pecah dinginku
Karna aku alam yang hujan
Tak henti mendapat cobaan
Tuhan tahu rindunya insan
Pada rahmat yang bertaburan
Walau aku diam beku
Tuhan beri hangat padaku
Tebar tawa simpangan rasa
Bilakah tuan mengembun
Pada jendela air mengalir
Pinus tertawa, Kaktus menangis
Dalam syair pecah dinginku
Karna aku alam yang hujan
Tak henti mendapat cobaan
Tuhan tahu rindunya insan
Pada rahmat yang bertaburan
Walau aku diam beku
Tuhan beri hangat padaku
Senin, 11 Juli 2011
Mutiara
Kalau kamu bertanya mengapa?
Aku tak bisa menjawabnya. Namun yang harus kamu tahu. Ketika aku menyayangi sesuatu, aku bisa menjaganya sampai sesuatu itu memang ingin meninggalkanku. Apalagi jika aku menyayangi seseorang tentu akan lebih kulindungi.
Tak peduli darimana dia berasal, bagaimana masa lalunya. Aku hanya peduli hari ini dan masa yang akan datang. Aku datang untuk mengangkat derajatnya karena yang kutahu dialah yang berada di telapak kaki ibunya. Aku terkagum dengan itu.
Apa? Kalian menyesal tak memilihnya? Hmmm…karna kalian selalu melihat materi. Aku pernah memiliki materi lebih banyak dari kalian. Jadi pantaskah aku mengharap materi yang lebih. Aku diajarkan untuk jeli melihat mutiara di dasar laut yang gelap. Hingga kutemukan dia. Mutiara yang tertimbun. Aku berjanji akan mengambilnya dan menunjukkan pada dunia kalau dia benar-benar mutiara.
Terserah apa yang kau pikirkan. Membanding-bandingkan aku dengan dia? Mencari kesalahannya? Aku tetap dalam pendirianku. Karena apa yang kuharapkan adalah yang kujalani. Pernah mendengar kekuatan keyakinan. Itu yang kumiliki hingga sekarang.
Guruku berkata, aku telah tumbuh dewasa. Ia berkata, aku akan jadi orang hebat. Kau tahu saat itu aku hanya anak remaja yang rendah diri dan belum menemukan jati diri.
Selasa, 05 Juli 2011
Pendaftaran Pesantren Ramadhan
Bismillah
Bagi teman-teman yang ingin mendaftar pesantren ramadhan, silahkan tulis
Nama Lengkap :
Tempat Tanggal Lahir :
Alamat :
Pekerjaan :
Nama Orangtua :
Alamat Orangtua :
No yang bisa dihubungi :
Kirim ke andini_nata@yahoo.com atau tulis di komentar (tanpa menulis no yang bisa dihubungi)
Bagi teman-teman yang ingin mendaftar pesantren ramadhan, silahkan tulis
Nama Lengkap :
Tempat Tanggal Lahir :
Alamat :
Pekerjaan :
Nama Orangtua :
Alamat Orangtua :
No yang bisa dihubungi :
Kirim ke andini_nata@yahoo.com atau tulis di komentar (tanpa menulis no yang bisa dihubungi)
Sabtu, 25 Juni 2011
Bisnis baruku
Kalo denger bisnis, dulu aku pasti mikirnya, bapak-bapak pake kemeja, dasi, jas, bawa mobil mewah. trus ketemu dengan orang-orang yang berpakaian sama lalu mengobrol sebentar. jabat tangan trus menemui orang yang lain. Ya, soalnya aku selalu ngeliat bapakku gitu, jadi aku mikirnya bisnis itu keren tapi ga semua orang mampu kayaknya.
Pemikiranku ternyata salah. Kata bapak, bisnis itu bukan selalu seperti bapak (lha iya, beliau bisnis mesin tekstil), tapi bisnis juga bisa dijalankan oleh siapa aja. A Ujang contohnya, seorang ustadz yang juga bisnis Donat keliling dan Brownies. Atau jualan lotek kayak kakaknya temenku juga itu bisnis, kata Bapak. oooh...gitu... aku kira bisnis itu selalu berdasi.
Aku pernah nyobain bisnis kecil-kecilan semenjak sekolah. Bisnis kerudung, pulpen, pensil, penghapus sampe sekarang kuliah, aku masih suka bisnis (jualan maksudnya hehe). Semester awal, aku bisnis makanan di kampus. Mulai dari bala-bala (sejenis gorengan mirip bakwan), lemper, karoket, kue lapis, burger, donat, brownies, daaaan masih banyak lagi. Juga singkong, itu yang paling mudah dan banyak untungnya. Ya, dulu, semester awal semangat banget dagang. Pagi-pagi udah di kampus, jualan. Di kelas nunggu dosen, jualan. Pergantian kelas, jualan. Di bawah tangga mesjid, jualan. Di tempat duduk duduk pinggir gedung kampus, jualan. di mana -mana deh pokoknya (hehe udah ga ada yang namanya malu ju
Pemikiranku ternyata salah. Kata bapak, bisnis itu bukan selalu seperti bapak (lha iya, beliau bisnis mesin tekstil), tapi bisnis juga bisa dijalankan oleh siapa aja. A Ujang contohnya, seorang ustadz yang juga bisnis Donat keliling dan Brownies. Atau jualan lotek kayak kakaknya temenku juga itu bisnis, kata Bapak. oooh...gitu... aku kira bisnis itu selalu berdasi.
Aku pernah nyobain bisnis kecil-kecilan semenjak sekolah. Bisnis kerudung, pulpen, pensil, penghapus sampe sekarang kuliah, aku masih suka bisnis (jualan maksudnya hehe). Semester awal, aku bisnis makanan di kampus. Mulai dari bala-bala (sejenis gorengan mirip bakwan), lemper, karoket, kue lapis, burger, donat, brownies, daaaan masih banyak lagi. Juga singkong, itu yang paling mudah dan banyak untungnya. Ya, dulu, semester awal semangat banget dagang. Pagi-pagi udah di kampus, jualan. Di kelas nunggu dosen, jualan. Pergantian kelas, jualan. Di bawah tangga mesjid, jualan. Di tempat duduk duduk pinggir gedung kampus, jualan. di mana -mana deh pokoknya (hehe udah ga ada yang namanya malu ju
Langganan:
Postingan (Atom)